Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dr. Herman Hofi Munawar Kritik Pengawasan Imigrasi: Lemah, Minim Data, dan Terjebak Formalitas!

  • account_circle admin
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
Indo-sight.com I Pontianak — Pengamat hukum dan kebijakan publik, Dr. Herman Hofi Munawar, melontarkan kritik tajam terhadap efektivitas pengawasan orang asing di Kalimantan Barat. Ia menilai, narasi penguatan pengawasan oleh pihak imigrasi melalui Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) kerap hanya berhenti pada tataran konsep dan seremoni birokrasi, tanpa diikuti langkah konkret di lapangan.24/4/2026.
Dalam keterangannya kepada awak media di Pontianak, Herman menyebut publik kini semakin cerdas dalam membedakan antara komitmen nyata dan formalitas administratif. “Sering kita dengar narasi bahwa imigrasi akan melakukan penguatan pengawasan orang asing melalui Timpora. Namun, ini kerap hanya manis di atas kertas dan dalam ruang rapat koordinasi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pengawasan keimigrasian saat ini terlalu sering terjebak dalam ritual seremonial. Menurutnya, jargon koordinasi lintas instansi yang kerap digaungkan belum tentu menghasilkan tindakan konkret yang dapat dirasakan masyarakat.
Lebih lanjut, Herman mempertanyakan kesiapan sistem pengawasan imigrasi, khususnya terkait ketersediaan data real-time mengenai aktivitas warga negara asing (WNA) di Kalimantan Barat.
Ia menilai, pola pengawasan yang masih bersifat reaktif—menunggu laporan setelah muncul masalah—menjadi salah satu kelemahan mendasar.
“Publik berhak bertanya, apakah imigrasi sudah memiliki basis data yang akurat dan real-time terkait aktivitas WNA, atau masih sekadar menunggu laporan setelah terjadi pelanggaran?” katanya.
Ia juga menyoroti adanya celah dalam penyalahgunaan izin tinggal. Herman mengungkapkan, tidak sedikit WNA yang masuk dengan dalih wisata atau kegiatan olahraga, namun pada praktiknya melakukan aktivitas kerja secara terselubung. Kondisi ini, menurutnya, menunjukkan lemahnya pengawasan berbasis aktivitas di lapangan.
“Apakah pengawasan kita sudah cukup tajam untuk mendeteksi penyalahgunaan ini, atau masih sebatas memeriksa dokumen administratif tanpa melihat aktivitas nyata?” tegasnya.
Selain itu, Herman mengkritik minimnya transparansi data terkait penindakan terhadap WNA yang melanggar aturan. Ia mempertanyakan sejauh mana klaim penguatan pengawasan diikuti dengan angka penindakan yang dapat diakses publik.
“Berapa banyak WNA yang dikenakan tindakan administratif atau dideportasi sepanjang tahun ini? Publik jarang sekali melihat data yang transparan. Jangan sampai pengawasan hanya sebatas patroli saat ada event besar,” ujarnya.
Dalam konteks perkembangan teknologi, Herman menilai sistem pengawasan seharusnya telah bertransformasi menuju pendekatan berbasis digital dan deteksi dini. Ia mengingatkan agar rapat koordinasi tidak dijadikan sebagai indikator utama keberhasilan.
“Di era digital, pengawasan tidak bisa lagi bergantung pada rapat meja. Jangan sampai narasi penguatan pengawasan hanya menjadi kedok atas lemahnya kontrol di lapangan, terutama di wilayah yang jauh dari pantauan publik,” katanya.
Herman juga menyinggung potensi penyalahgunaan konsep eco sport tourism yang dinilai berisiko dimanfaatkan oleh oknum WNA untuk mengakali izin tinggal. Ia mengingatkan agar program tersebut tidak justru menjadi celah baru bagi pelanggaran hukum.
“Jangan sampai istilah eco sport tourism menjadi ‘surga’ baru bagi warga asing yang ingin menyalahgunakan izin tinggal karena merasa pengawasan kita tumpul dan terlalu sibuk dengan seremoni,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Herman menegaskan bahwa publik tidak membutuhkan janji normatif, melainkan bukti nyata dari penegakan hukum yang tegas dan transparan.
“Publik butuh transparansi data penindakan, kanal pengaduan masyarakat yang responsif, serta jaminan bahwa kehadiran WNA benar-benar memberikan manfaat ekonomi, bukan justru menjadi ancaman bagi ketertiban dan kedaulatan,” tutupnya.
Ns : Pengamat Hukum dan Kebijakan Publik.
Red/gun*
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tolak Aktifitas Pekerja Migran Indonesia Ilegal, Ini Komitmen DPC HNSI Asahan 

    Tolak Aktifitas Pekerja Migran Indonesia Ilegal, Ini Komitmen DPC HNSI Asahan 

    • calendar_month Ming, 5 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Indo-sight.com l Asahan – Dewan Pengurus Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Asahan menyatakan sikap mendukung Pemerintah serta pihak keamanan dalam pemberantasan aktivitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal di Wilayah Kabupaten Asahan. Hal ini diungkapkan Ketua  HNSI Asahan Iswan  S.H didampingi Sekretaris  dan Bendahara beserta 20 anggota saat di kantor sekretariat DPC HNSI Jalan  […]

  • Polsek Na IX–X Lakukan Pembersihan Gorong-gorong Antisipasi Genangan Air di Jalinsum

    Polsek Na IX–X Lakukan Pembersihan Gorong-gorong Antisipasi Genangan Air di Jalinsum

    • calendar_month Rab, 17 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Indosight.com I Labura –  Polsek Na IX–X di bawah kepemimpinan Kapolsek Na IX–X AKP Yustina melaksanakan kegiatan pembersihan gorong-gorong atau jalur air di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Perkebunan Pernantian KM 266–267, Kecamatan Na IX–X, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Kegiatan ini dilaksanakan bersama PT SMART Perkebunan Pernantian sebagai bentuk sinergi kepolisian dengan pihak perusahaan, guna mengantisipasi […]

  • Ketua RT 04 Berikan Klarifikasi Kejadian Pagar Roboh dan Pabrik Kratom Serdam

    Ketua RT 04 Berikan Klarifikasi Kejadian Pagar Roboh dan Pabrik Kratom Serdam

    • calendar_month Rab, 21 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 282
    • 0Komentar
  • Kapolresta Pontianak Tekankan Peran Bhabinkamtibmas Sebagai Deteksi Dini

    Kapolresta Pontianak Tekankan Peran Bhabinkamtibmas Sebagai Deteksi Dini

    • calendar_month Sab, 23 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Indo-sight.com | Pontianak, Polda Kalbar – (23/8) Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Suyono, S.I.K., S.H., M.H., memimpin kegiatan analisa dan evaluasi (Anev) Bhabinkamtibmas yang digelar pada Jumat siang (22/8/2025) di Aula Mapolresta Pontianak.   Kegiatan tersebut dihadiri Plt Kasat Binmas Polresta Pontianak, para Kanit Binmas Polsek jajaran, serta seluruh Bhabinkamtibmas dari Polsek jajaran. Suasana berjalan hangat […]

  • Pangdam XII/Tpr Lepas Keberangkatan Pangkogabwilhan 1 Letjen TNI Kunto Arief Wibowo
    TNI

    Pangdam XII/Tpr Lepas Keberangkatan Pangkogabwilhan 1 Letjen TNI Kunto Arief Wibowo

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Indo-sight.com | Kubu Raya – Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Jamallulael, S.Sos., M.Si., melepas keberangkatan Panglima Komando Wilayah Gabungan Pertahanan I (Pangkogabwilhan I), Letnan Jenderal TNI Kunto Arief Wibowo di VIP Room Lanud Supadio, Kubu Raya, Minggu (13/7/2025).   Turut melepas rombongan Pangkogabwilhan I, Kasdam XII/Tpr, Brigjen TNI Putra Widyawinaya, Kapoksahli Pangdam XII/Tpr, Brigjen TNI Nursyamsudin, […]

  • Siapa di Balik Rekayasa Berita Pemerasan? Sekber Minta Polda Usut Dalang Penyebar Hoaks!

    Siapa di Balik Rekayasa Berita Pemerasan? Sekber Minta Polda Usut Dalang Penyebar Hoaks!

    • calendar_month Sel, 10 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Indo-Sight.com|Pontianak, Kalbar — Senin, 09 Juni 2025|Sekretariat Bersama (Sekber) LSM dan Aktivis Kalbar mendesak Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) untuk segera mengusut tuntas dugaan penyebaran berita bohong (hoaks) yang dilakukan oleh salah satu media daring. Dalam pemberitaan tersebut, disebutkan bahwa seorang wartawan menerima suap senilai Rp5 miliar, dan bahkan mencatut nama Polda Kalbar seolah-olah […]

expand_less