Breaking News
light_mode
Trending Tags

BPN Disorot, Pengamat Sebut Banyak Prosedur Sertifikasi Tanah Diabaikan, Berikut Tegasnya!

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 19 Jun 2025
  • visibility 548
  • comment 0 komentar

Indo-Sight.com|PONTIANAK — Maraknya konflik agraria dan sengketa pertanahan yang terus berulang di berbagai daerah dinilai sebagai cerminan dari kelalaian sistemik dalam tubuh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Hal ini diungkapkan oleh pengamat hukum dan kebijakan publik Kalimantan Barat, Dr. Herman Hofi Munawar, dalam pernyataannya yang menyoroti akar persoalan tumpang tindih sertifikat dan konflik batas lahan.

“Kalau BPN menjalankan semua tahapan penerbitan sertifikat tanah secara prosedural dan akurat, kemungkinan terjadinya sengketa tanah, sertifikat ganda, atau konflik batas lahan itu sangat kecil,” ujar Herman pada Kamis, 19 Juni 2025.

Menurut dia, prosedur penerbitan sertifikat sudah diatur secara rinci dalam regulasi pertanahan nasional. Petugas BPN diwajibkan melakukan pengecekan riwayat tanah, pengukuran batas yang akurat, serta verifikasi dokumen hukum milik para pemohon sertifikat.

“Apakah petugas BPN sudah benar-benar melakukan pengecekan riwayat tanah? Itu pertanyaan mendasarnya. Karena dari situ bisa diketahui apakah tanah itu pernah berpindah tangan, bersengketa, atau masih berada dalam hak pihak lain,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa proses pengukuran tanah merupakan tahap krusial dalam penerbitan sertifikat. Ketelitian dalam menentukan batas fisik, kehadiran saksi batas, serta pencatatan titik koordinat yang akurat menjadi hal yang tak boleh disepelekan.

“Tanpa saksi batas, potensi klaim tumpang tindih akan sangat besar. Banyak kasus yang muncul karena batas lahan yang ditetapkan justru tumpang tindih dengan hak milik orang lain,” lanjutnya.

Herman juga menyoroti lemahnya verifikasi dokumen oleh petugas BPN. Ia menuding adanya praktik asal-asalan dalam memeriksa akta jual-beli, dokumen waris, serta identitas pihak-pihak yang terlibat dalam permohonan sertifikat.

“Kalau petugas tidak cermat, sangat mungkin dokumen yang tidak sah atau bahkan palsu bisa lolos. Di sini sering muncul dugaan permainan antara oknum petugas BPN dengan pemohon sertifikat. Apalagi kalau pemohon itu punya akses kekuasaan atau ekonomi,” tegasnya.

Minimnya tanggapan BPN terhadap keberatan masyarakat saat tahapan pengumuman permohonan sertifikat juga mendapat sorotan. Ia mengungkapkan bahwa banyak laporan masyarakat yang tidak ditindaklanjuti dengan baik oleh kantor pertanahan.

“Respons terhadap keberatan publik itu seolah hanya formalitas. Padahal, itu momentum untuk mencegah konflik sebelum sertifikat diterbitkan,” ucap Herman.

Tak hanya itu, ia juga menilai sistem informasi pertanahan yang dikelola BPN belum sepenuhnya dapat diandalkan. Menurutnya, lemahnya integrasi dan keamanan data membuat potensi manipulasi terbuka lebar.

“Warkah atau berkas tanah yang semestinya disimpan dengan rapi, kadang justru hilang atau tidak bisa ditelusuri. Bisa jadi karena kelalaian, tapi juga tak menutup kemungkinan karena ada pihak yang sengaja memanipulasi,” ujarnya.

Hal yang paling disayangkan, kata Herman, adalah sikap pasif petugas BPN ketika masyarakat mengadukan permasalahan yang bersumber dari kesalahan institusi itu sendiri.

“Yang paling menyakitkan, ketika masyarakat mengadu, jawaban dari petugas BPN seringkali hanya: ‘Gugat saja ke pengadilan.’ Padahal, masalah ini bisa dicegah sejak awal jika BPN bekerja sesuai prosedur,” kritiknya.

Ia menekankan bahwa tanggung jawab atas maraknya konflik agraria tak bisa dibebankan kepada masyarakat semata. Sebagai lembaga negara yang memiliki kewenangan dalam administrasi pertanahan, BPN harus bertanggung jawab secara moral dan hukum.

“BPN perlu melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari internal kelembagaan, sistem kerja, hingga transparansi pelayanan. Jika tidak, sengketa tanah akan terus jadi bom waktu di banyak daerah,” pungkasnya.

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ngeri.!! Kekerasan Terhadap Jurnalis di Bengkayang: Pelaku Pukul dan Ancam Tembak

    Ngeri.!! Kekerasan Terhadap Jurnalis di Bengkayang: Pelaku Pukul dan Ancam Tembak

    • calendar_month Jum, 30 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Indo-Sight.com|Bengkayang, 30 Mei 2025 —Kasus kekerasan terhadap seorang jurnalis kembali mencuat ke permukaan dan menimbulkan keprihatinan publik. Peristiwa ini terjadi pada Kamis, 29 Mei 2025, di Komplek Terminal Bengkayang, tepatnya di depan Toko Mili Mewah. Korban yang diketahui bernama Stepanus (wartawan media lokal) menjadi sasaran tindak kekerasan oleh seorang pria bernama Marselinus. Menurut keterangan korban, […]

  • Warga Protes Proyek Jalan Rp 4,8 Miliar di Ambawang: Soroti Mutu, K3, dan Dugaan Pelanggaran Regulasi Konstruksi!

    Warga Protes Proyek Jalan Rp 4,8 Miliar di Ambawang: Soroti Mutu, K3, dan Dugaan Pelanggaran Regulasi Konstruksi!

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Indo-sight.com | Kubu Raya, Kalimantan Barat — 04 November 2025|Pekerjaan Rekonstruksi Jalan Durian–Pasang Tiang, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya menjadi sorotan masyarakat setelah ditemukan sejumlah kejanggalan teknis dan dugaan pelanggaran aturan keselamatan kerja di lapangan.   Proyek ini berdasarkan kontrak Nomor: 600.1.9.3/30/SP/PPK/PUPRKP-BM/VII/2025, tanggal pelaksanaan 28 Juli 2025, dengan nilai Rp 4.873.510.000,00 (empat miliar delapan […]

  • Yayasan Mujahidin Bantah Kejati: “Tidak Ada Dana Hibah yang Dialihkan!

    Yayasan Mujahidin Bantah Kejati: “Tidak Ada Dana Hibah yang Dialihkan!

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Indo-sight.com | PONTIANAK — Ketua Lembaga Hukum Yayasan Mujahidin Pontianak, Dr. Herman Hofi Munawar, menegaskan bahwa pemberitaan mengenai dugaan pengalihan dana hibah sebesar Rp22 miliar yang disampaikan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat baru-baru ini mengandung kekeliruan mendasar dan berpotensi menyesatkan publik.   “Perlu kami luruskan bahwa tidak ada entitas bernama Yayasan Pendidikan Mujahidin sebagaimana […]

  • Ketua KJPP-RD Klarifikasi Ketidakhadiran dalam Rapat KSOP: Dorong Pemilihan Koordinator Unit RD yang Demokratis

    Ketua KJPP-RD Klarifikasi Ketidakhadiran dalam Rapat KSOP: Dorong Pemilihan Koordinator Unit RD yang Demokratis

    • calendar_month Sab, 14 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Indo-Sight.com|PONTIANAK – Ketua Koperasi Jasa Pengerah Pekerja Receiving Delivery (KJPP-RD) Kalimantan Barat, H. Muhammad Mustaan, akhirnya memberikan klarifikasi atas dinamika internal dalam proses pembentukan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Unit Receiving Delivery (RD) di Pelabuhan Pontianak. Ketegangan meningkat menyusul mandeknya pembahasan mekanisme pemilihan koordinator kerja di lingkup Unit RD. Mustaan membantah tudingan sejumlah pihak yang […]

  • Bupati Labuhanbatu bacakan Program Universal Health Coverage (UHC) di Depan seluruh staf RSUD Rantauprapat

    Bupati Labuhanbatu bacakan Program Universal Health Coverage (UHC) di Depan seluruh staf RSUD Rantauprapat

    • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Indo-sight.com I Labuhanbatu – Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu secara resmi meluncurkan program Universal Health Coverage (UHC) yang bertujuan untuk memberikan akses layanan kesehatan yang komprehensif bagi seluruh warga Labuhanbatu. Acara peresmian dipimpin Bupati Labuhanbatu dr.Hj. Maya Hasmita, Sp.OG, M.K.M, di halaman RSUD Rantauprapat Senin 13/10/2025. Dirangkai dengan apel pagi bersama seluruh dokter, perawat pegawai dan staf […]

  • Kaban BPBD Terima kunjungan Dua Paud Labuhanbatu  RA Umratul Hidayah dan RA.Hifzul Rasyid.

    Kaban BPBD Terima kunjungan Dua Paud Labuhanbatu  RA Umratul Hidayah dan RA.Hifzul Rasyid.

    • calendar_month Rab, 10 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 330
    • 0Komentar

    Indo-sight.com I Labuhanbatu – Kaban BPBD Labuhanbatu Drs Darwin Yusma MA.P menerima Kunjungan Dua RA untuknAuting class RA.Umratul Hidayah Rantau Prapat gang Pelangi Bay Pass. RA Hifdzul Rasyid jalan Aek Matio titi Rambe 10/9/2025. Dalam kunjungan Dua RA disambut para Personil BPBD Labuhanbatu  untuk belajar Edukasi cara penanganan Bencana dan sekaligus memperaktekan di depan anak […]

expand_less