Breaking News
light_mode
Trending Tags

Primus Interpares Dipertanyakan, Bupati Dinilai Gagal Lindungi Hak Lahan Warga!!

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
  • visibility 221
  • comment 0 komentar

Indo – Sight.com | Pontianak, Kalbar – Pengamat kebijakan publik dan pakar hukum, Dr. Herman Hofi Munawar, menegaskan bahwa kondisi kedaulatan lahan masyarakat pedesaan di seluruh wilayah Kalimantan Barat saat ini berada dalam situasi yang sangat mengkhawatirkan.

 

Dalam keterangannya pada Senin, 16 Februari 2026, ia menyebut ancaman terhadap hak atas tanah warga bahkan “lebih berbahaya dari kebakaran lahan di musim kemarau.”

Menurutnya, fenomena mafia tanah bukan lagi sekadar persoalan administratif atau sengketa perdata biasa, melainkan telah berkembang menjadi ancaman sistemik terhadap keberlanjutan ruang hidup masyarakat desa. Ia menilai ekspansi perusahaan perkebunan kelapa sawit menjadi salah satu faktor dominan yang mempercepat penggerusan hak-hak warga atas tanah.

 

“Ruang hidup warga secara perlahan tapi pasti terus tersingkirkan, berganti menjadi hamparan perkebunan sawit yang dikelola dengan cara-cara yang jauh dari rasa keadilan,” tegasnya.

 

Herman Hofi menyoroti pola penegakan hukum yang dinilai tidak konsisten dan cenderung tebang pilih. Ia menyebut kondisi ini sebagai “api dalam sekam” yang berpotensi memicu konflik agraria berkepanjangan.

 

Ironisnya, kata dia, hukum yang seharusnya menjadi instrumen perlindungan bagi masyarakat lemah justru kerap berubah menjadi alat represif terhadap warga yang mempertahankan hak atas tanah warisan mereka.

 

Ia memaparkan bahwa sejumlah warga desa yang berupaya mempertahankan lahan kerap berhadapan dengan proses hukum, mulai dari tuduhan penyerobotan hingga pencurian hasil kebun di atas tanah yang mereka klaim sebagai milik sendiri.

 

“Warga desa dipaksa bungkam oleh sistem yang buta terhadap sejarah kepemilikan lahan,” ujarnya.

 

Menurutnya, hampir di setiap kabupaten di Kalimantan Barat terdapat keluhan dan tangisan warga yang memohon perlindungan hukum. Namun, respons aparat penegak hukum dinilai belum memberikan rasa keadilan yang memadai.

 

Ia mengapresiasi keberadaan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang tetap konsisten mendampingi warga dalam memperjuangkan hak-hak agraria mereka di tengah keterbatasan sumber daya.

 

Dalam pernyataannya, Herman juga menyinggung posisi kepala daerah sebagai primus inter pares (yang utama di antara yang setara) di wilayah kabupaten. Ia mempertanyakan keberanian pemerintah daerah dalam menertibkan perusahaan-perusahaan yang diduga beroperasi di luar izin resmi, termasuk di luar Hak Guna Usaha (HGU) yang sah.

 

“Banyak perusahaan beroperasi di luar izin sah (HGU), namun pemda terkesan tidak berdaya atau sengaja menutup mata,” katanya.

 

Ia menilai para bupati sebagai pemimpin tertinggi di daerah seharusnya memiliki tanggung jawab moral dan administratif untuk melindungi hak-hak konstitusional warganya. Namun dalam praktiknya, birokrasi daerah kerap terjebak dalam pusaran kompromi yang melemahkan fungsi pengawasan terhadap operasional perkebunan.

 

Masalah lain yang disorot adalah pengelolaan skema plasma dalam kemitraan perkebunan sawit. Herman menyebut manajemen plasma di sejumlah wilayah dinilai amburadul dan tidak transparan.

 

Janji kesejahteraan melalui kemitraan, menurutnya, sering kali tidak terealisasi sebagaimana mestinya. Ia menduga terdapat praktik kolusi antara oknum perusahaan dengan segelintir elit desa demi kepentingan pribadi.

 

“Anggota plasma yang merupakan warga desa asli justru tidak mendapatkan apa-apa. Mereka hanya dijadikan komoditas administratif untuk memenuhi syarat perizinan, sementara keuntungan mengalir ke kantong-kantong tertentu,” tegasnya.

 

Desakan Reformasi Agraria

Herman menegaskan bahwa tanpa reformasi agraria yang substansial, penegakan hukum yang adil, serta ketegasan pemimpin daerah untuk berdiri di sisi rakyat, konflik agraria di Kalimantan Barat berpotensi terus berulang dan memakan korban.

 

Ia mengingatkan bahwa keluguan warga desa tidak boleh lagi dijadikan celah bagi segelintir pihak untuk meraup keuntungan di atas penderitaan masyarakat.

 

“Keluguan warga desa tidak boleh lagi dijadikan modal bagi segelintir pihak untuk meraup kekayaan di atas penderitaan orang lain,” pungkasnya.

 

 

Sumber : Dr.Herman Hofi Munawar, SH.,MH.(Pengamat Kebijakan Publik)

Red/Gun*

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komunitas Pedagang UMKM Indonesia Kab.Labuhanbatu Minta  Bupati Labuhanbatu Pinjaman Tanpa Bunga dan Anggunan

    Komunitas Pedagang UMKM Indonesia Kab.Labuhanbatu Minta  Bupati Labuhanbatu Pinjaman Tanpa Bunga dan Anggunan

    • calendar_month Sel, 14 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 920
    • 0Komentar

    Indo-sight.com – Labuhanbatu– Dalam rangka menyambut HUT Pemkab.Labuhanbatu ke 80 Tahun 2025, Komunitas Pedagang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia Kabupaten Labuhanbatu disektor pedagang Pasar Sioldengan Jl. Asrol Adam Kelurahan Sioldengan Kecamatan Rantau Selatan dan pedagang warung, kuliner, dan petani Kecamatan Rantau Selatan belum tersentuh manfaat “Labuhanbatu Cerdas Bersinar, Membangun Desa Menata Kota”, program […]

  • Saatnya Pembenahan : Komisi III DPRD Ketapang Tinjau Langsung Pembangunan Puskesmas Desa Pesaguan!

    Saatnya Pembenahan : Komisi III DPRD Ketapang Tinjau Langsung Pembangunan Puskesmas Desa Pesaguan!

    • calendar_month Sel, 3 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 239
    • 0Komentar

    IndoSight.com|Ketapang – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ketapang, lakukan kunjungan kerja ke Puskesmas Desa Pesaguan Kecamatan Matan Hilir Selatan beberapa waktu lalu. Di dalam kunjungan tersebut, H.Rion Sardi anggota DPRD kabupaten Ketapang Dapil 01 dari partai Demokrat sebagai Sekertaris Partai bersama tim dari komisi 03, bersama-sama melihat dari pembangunan yang sangat memperihatinkan, […]

  • Wujudkan Program Bunda PAUD  BPBD Terima Kunjungan 2 TK,4 KB Labuhanbatu belajar Edukasi Penanganan Bencana.

    Wujudkan Program Bunda PAUD  BPBD Terima Kunjungan 2 TK,4 KB Labuhanbatu belajar Edukasi Penanganan Bencana.

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 486
    • 0Komentar

      Indo-sight.com l Labuhanbatu – Wujudkan Program Bunda PAUD Kabupaten Labuhanbatu Dr Hj Maya Hasmita SPoG MKM dalam meningkatkan Pendidikan Usia Dini BPBD Labuhanbatu terima Kunjungan Anak -anak Usia Dini dari 2 Taman Kanak – Kanak (TK) ,4  Kelompok Bermain (KB) untuk belajar Edukasi Penanganan Bencana,menghindari Bencana dan mengenal Peralatan BPBD untuk menangani atau penyelamatan […]

  • Arif Hakiki Hasibuan Hadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Labuhanbatu Terkait Dana Hibah KAHMI tahun 2023.

    Arif Hakiki Hasibuan Hadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Labuhanbatu Terkait Dana Hibah KAHMI tahun 2023.

    • calendar_month Sen, 6 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Indo-sight.com I Labuhanbatu – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kabupaten Labuhanbatu Komisi 1 Gelar RDP Terkait Dana Hibah KAHMI  Tahun 2023 yang di Laporkan Arif Hakiki.Senin 6/4/2026. Hadir dalam Rapat RDP Ketua Komisi 1 DPRD H.Romario Simangungsong dari Partai Nasdem Sudarmanto fraksi pan, penry patartua pkb, mulatua pasaribu golkar, arsyad rangkuti nasdem dan Awak Media […]

  • AKBP Setiadi Pamit, AKBP Muhammad Harris Disambut Hangat di Ketapang

    AKBP Setiadi Pamit, AKBP Muhammad Harris Disambut Hangat di Ketapang

    • calendar_month Ming, 20 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 437
    • 0Komentar

    Indo-sight.com|KETAPANG, Polda Kalbar — Suasana haru dan kehangatan menyelimuti acara malam kenal pamit Kapolres Ketapang yang digelar di Ballroom Hotel Grand Zuri, Sabtu malam (19/07/2025). Acara ini dihadiri oleh seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta tamu undangan dari berbagai kalangan. Kegiatan tersebut menjadi momen penting dalam pergantian […]

  • Mahasiswa adakan diskusi publik beri dukungan 1 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran

    Mahasiswa adakan diskusi publik beri dukungan 1 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Indo-sight.com | Pontianak, Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) menggelar Dialog Kebangsaan dengan tema “Menyambut Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran, Kebijakan, Harapan, dan Dukungan Kaum Muda” pada Minggu, 27 Oktober 2025, di Kopi Tiam 1/2 Jalan Sepakat 2, Kota Pontianak. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi dan dialog terbuka bagi kaum muda untuk menilai arah kebijakan pemerintahan satu tahun […]

expand_less