Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pengamat Karhutla di Kalbar: Dari Agenda Tahunan Menuju Aksi Konkret Pemerintah Daerah!

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 23 Mei 2025
  • visibility 226
  • comment 0 komentar

Indo-Sight.com|Pontianak, KALBAR – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat kembali menghantui masyarakat saat musim kemarau datang. Fenomena yang berulang saban tahun ini bahkan telah menjadi semacam “agenda tahunan”, yang menurut pengamat kebijakan publik Dr. Herman Hofi Munawar, memperlihatkan lemahnya keseriusan pemerintah kabupaten/kota dalam melakukan langkah-langkah terukur.

“Karhutla sudah bisa diprediksi datangnya, tapi anehnya langkah konkret untuk mengatasinya nyaris tak terlihat. Di tengah masyarakat, kondisi ini bahkan telah menjadi candaan: Karhutla adalah proyek tahunan,” ujar Dr. Herman saat diwawancara pada Kamis (23/5).

Ia menilai, pemerintah daerah di Kalimantan Barat cenderung tidak memiliki agenda konkret yang berkelanjutan dalam menghadapi Karhutla. Padahal, lanjutnya, dampak Karhutla tidak hanya pada rusaknya lingkungan dan terancamnya kesehatan publik, namun juga pada terganggunya perekonomian serta reputasi Indonesia di mata internasional, khususnya negara-negara tetangga.

Salah satu poin kritis yang disorot Dr. Herman adalah lemahnya penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan. “Meski sudah ada regulasi yang tegas, pelaksanaan hukumnya di lapangan sangat lemah. Banyak pelaku, baik individu maupun korporasi, merasa kebal hukum,” tegasnya.

Menurutnya, masih banyak pelaku usaha yang memilih metode bakar karena dianggap lebih murah dan cepat untuk membuka lahan. Hal ini diperparah oleh fakta bahwa sebagian masyarakat kecil juga masih bergantung pada cara ini karena tidak adanya alternatif yang layak dan terjangkau dari pemerintah.

Dr. Herman juga menyoroti keterbatasan anggaran, sumber daya manusia, serta peralatan di tingkat kabupaten/kota yang membuat upaya pencegahan, deteksi, dan pemadaman api menjadi tidak optimal. Terlebih lagi, lemahnya koordinasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menyebabkan respons terhadap titik api berjalan lamban dan tidak sinergis.

“Wilayah lahan gambut adalah yang paling rawan. Kalau api sudah menyala di bawah tanah, bisa berminggu-minggu baru padam. Kalau koordinasi masih amburadul, maka kerusakan akan semakin meluas,” tambahnya.

Dr. Herman menegaskan bahwa saatnya pemerintah daerah di Kalbar beralih dari sekadar siaga menjadi aksi yang nyata. Ia mengusulkan beberapa langkah prioritas seperti:

1. Penegakan hukum tanpa pandang bulu, termasuk sanksi denda besar dan pemulihan kawasan terbakar.

2. Penyediaan alternatif pembukaan lahan yang murah dan mudah bagi petani.

3. Penguatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat, serta pemberian insentif agar mereka mau meninggalkan praktik membakar.

4. Optimalisasi anggaran daerah untuk mitigasi dan respons Karhutla, termasuk pembentukan tim reaksi cepat.

5. Membangun koordinasi lintas sektor dan lintas wilayah, agar respons lebih cepat dan terpadu.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa semua perangkat hukum untuk menindak Karhutla sebenarnya telah tersedia. Mulai dari UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan yang memuat larangan membakar hutan dan kewajiban menjaga kawasan hutan bagi pemegang izin, hingga UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) yang memberi kerangka hukum untuk memproses pidana dan perdata terhadap individu atau korporasi yang merusak lingkungan.

“Landasan hukum ini seharusnya jadi pendorong. Bukan lagi saatnya Pemda sekadar siaga dengan baliho dan seremonial. Harus ada rencana aksi yang jelas, terukur, dan dilaksanakan dengan konsisten,” tutup Dr. Herman.

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Taman Pelangi Terentang Hilir Jadi Pusat Perayaan Tahun Baru 2026, Warga Tumpah Ruah Rayakan Kebersamaan!

    Taman Pelangi Terentang Hilir Jadi Pusat Perayaan Tahun Baru 2026, Warga Tumpah Ruah Rayakan Kebersamaan!

    • calendar_month Kam, 1 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Indo-Sigth.com | Kubu Raya, Kalbar — Ribuan warga memadati kawasan Taman Pelangi, Desa Terentang Hilir, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Rabu  malam Kamis (31/12/2025), dalam rangka merayakan pergantian tahun 2025 menuju 2026.   Sejak sore hari, kawasan taman yang berada tepat di belakang Kantor Desa Terentang Hilir itu mulai dipadati pengunjung dari […]

  • Unit Reskrim Polsek Kualuh Hulu berhasil menangkap pencurian sepeda Motor di area parkir Masjid Baitul Iman 

    Unit Reskrim Polsek Kualuh Hulu berhasil menangkap pencurian sepeda Motor di area parkir Masjid Baitul Iman 

    • calendar_month Ming, 11 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Indosight.com I Labura – Unit Reskrim Polsek Kualuh Hulu berhasil menangkap pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) sebagaimana diatur dalam Pasal 363 ayat (1) KUHPidana. Pelaku diamankan pada Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 20.00 WIB di Kelurahan Gunting Saga, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara.   Pelaku diketahui bernama AP alias Aldi (21), warga Kelurahan […]

  • APRI Bersama Koperasi Merah Putih Matangkan Pembentukan DPC APRI Kabupaten Bengkayang

    APRI Bersama Koperasi Merah Putih Matangkan Pembentukan DPC APRI Kabupaten Bengkayang

    • calendar_month Sen, 30 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Indo-Sight.com|Bengkayang, 30 Juni 2025  – Kalimantan Barat Langkah strategis untuk mewujudkan legalitas pertambangan rakyat di Kabupaten Bengkayang terus digencarkan. Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Kalimantan Barat, Adi Normansyah, didampingi jajaran Humas, mengunjungi sekretariat bersama DPC APRI Kabupaten Bengkayang. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan pembentukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) […]

  • Kapolres Labuhanbatu Hadiri Grand Opening Bukber SPPG Sioldengan Yayasan Hasnah Kuliner Putri

    Kapolres Labuhanbatu Hadiri Grand Opening Bukber SPPG Sioldengan Yayasan Hasnah Kuliner Putri

    • calendar_month Ming, 22 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Indo-sight.com I Labuhanbatu – Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.Si. menghadiri Grand Opening Bukber SPPG Sioldengan Yayasan Hasnah Kuliner Putri yang digelar di Jalan Martinus Lubis, Sibuaya, Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Minggu, 22 Februari 2026. Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Labuhanbatu Dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., MKM., Dandim 0209/LB Letkol Kav Hanung Kaptiaji, S.Sos., M.I.P., […]

  • Dampingi Presiden Prabowo, Menteri Ekraf sambut Macron di Borobudur

    Dampingi Presiden Prabowo, Menteri Ekraf sambut Macron di Borobudur

    • calendar_month Jum, 30 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Indo-Sight.com|Magelang, Kamis, 29 Mei 2025 – Presiden Prancis Emmanuel Macron melanjutkan rangkaian kunjungannya di Indonesia dengan mendatangi situs bersejarah Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis (29/5). Presiden Macron tiba di kompleks Borobudur sekitar pukul 14.00 WIB didampingi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan disambut langsung oleh Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya. Dalam […]

  • PLN ULP Bengkayang terima Baik dengan Kritikan Masyarakat, Listrik Sering padam!

    PLN ULP Bengkayang terima Baik dengan Kritikan Masyarakat, Listrik Sering padam!

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Indo-sight.com | Bengkayang Kalbar | PLN ULP Bengkayang klarifikasi terkait isu keluhan masyarakat Lembah Bawang tentang padam nya listrik Tampa pemberitahuan,(3/9/2025).   Manajer PLN ULP Bky, Panji Suharso Menyampaikan’ Bahwasanya terkait padam listrik bukan unsur disengaja dari PLN Bengkayang, melainkan gangguan yang tidak kita inginkan yang terjadi di Area jaringan listrik Karena aturan batas aman […]

expand_less