Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pengamat Karhutla di Kalbar: Dari Agenda Tahunan Menuju Aksi Konkret Pemerintah Daerah!

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 23 Mei 2025
  • visibility 159
  • comment 0 komentar

Indo-Sight.com|Pontianak, KALBAR – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat kembali menghantui masyarakat saat musim kemarau datang. Fenomena yang berulang saban tahun ini bahkan telah menjadi semacam “agenda tahunan”, yang menurut pengamat kebijakan publik Dr. Herman Hofi Munawar, memperlihatkan lemahnya keseriusan pemerintah kabupaten/kota dalam melakukan langkah-langkah terukur.

“Karhutla sudah bisa diprediksi datangnya, tapi anehnya langkah konkret untuk mengatasinya nyaris tak terlihat. Di tengah masyarakat, kondisi ini bahkan telah menjadi candaan: Karhutla adalah proyek tahunan,” ujar Dr. Herman saat diwawancara pada Kamis (23/5).

Ia menilai, pemerintah daerah di Kalimantan Barat cenderung tidak memiliki agenda konkret yang berkelanjutan dalam menghadapi Karhutla. Padahal, lanjutnya, dampak Karhutla tidak hanya pada rusaknya lingkungan dan terancamnya kesehatan publik, namun juga pada terganggunya perekonomian serta reputasi Indonesia di mata internasional, khususnya negara-negara tetangga.

Salah satu poin kritis yang disorot Dr. Herman adalah lemahnya penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan. “Meski sudah ada regulasi yang tegas, pelaksanaan hukumnya di lapangan sangat lemah. Banyak pelaku, baik individu maupun korporasi, merasa kebal hukum,” tegasnya.

Menurutnya, masih banyak pelaku usaha yang memilih metode bakar karena dianggap lebih murah dan cepat untuk membuka lahan. Hal ini diperparah oleh fakta bahwa sebagian masyarakat kecil juga masih bergantung pada cara ini karena tidak adanya alternatif yang layak dan terjangkau dari pemerintah.

Dr. Herman juga menyoroti keterbatasan anggaran, sumber daya manusia, serta peralatan di tingkat kabupaten/kota yang membuat upaya pencegahan, deteksi, dan pemadaman api menjadi tidak optimal. Terlebih lagi, lemahnya koordinasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menyebabkan respons terhadap titik api berjalan lamban dan tidak sinergis.

“Wilayah lahan gambut adalah yang paling rawan. Kalau api sudah menyala di bawah tanah, bisa berminggu-minggu baru padam. Kalau koordinasi masih amburadul, maka kerusakan akan semakin meluas,” tambahnya.

Dr. Herman menegaskan bahwa saatnya pemerintah daerah di Kalbar beralih dari sekadar siaga menjadi aksi yang nyata. Ia mengusulkan beberapa langkah prioritas seperti:

1. Penegakan hukum tanpa pandang bulu, termasuk sanksi denda besar dan pemulihan kawasan terbakar.

2. Penyediaan alternatif pembukaan lahan yang murah dan mudah bagi petani.

3. Penguatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat, serta pemberian insentif agar mereka mau meninggalkan praktik membakar.

4. Optimalisasi anggaran daerah untuk mitigasi dan respons Karhutla, termasuk pembentukan tim reaksi cepat.

5. Membangun koordinasi lintas sektor dan lintas wilayah, agar respons lebih cepat dan terpadu.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa semua perangkat hukum untuk menindak Karhutla sebenarnya telah tersedia. Mulai dari UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan yang memuat larangan membakar hutan dan kewajiban menjaga kawasan hutan bagi pemegang izin, hingga UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) yang memberi kerangka hukum untuk memproses pidana dan perdata terhadap individu atau korporasi yang merusak lingkungan.

“Landasan hukum ini seharusnya jadi pendorong. Bukan lagi saatnya Pemda sekadar siaga dengan baliho dan seremonial. Harus ada rencana aksi yang jelas, terukur, dan dilaksanakan dengan konsisten,” tutup Dr. Herman.

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Silaturahmi PERALIS: Memperkuat Ukhuwah dan Spirit Keilmuan dalam Naungan Islam

    Silaturahmi PERALIS: Memperkuat Ukhuwah dan Spirit Keilmuan dalam Naungan Islam

    • calendar_month Jum, 23 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 2.185
    • 0Komentar

    Indo-Sight.com|Pontianak , 23 Mei 2025 – Dalam suasana penuh kekhidmatan dan semangat kebersamaan, Perguruan Tenaga Dalam Al Islam (PERALIS) kembali menggelar momentum penting bertajuk Silaturahmi Akbar PERALIS. Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk merajut ukhuwah, memperkuat nilai-nilai spiritual, serta meneguhkan komitmen bersama dalam melestarikan dan mengembangkan keilmuan tenaga dalam berbasis nilai-nilai Islam. Acara yang dihadiri […]

  • Produksi Arak Ilegal Dekat Kantor Wakil Bupati Bengkayang Diduga Dilindungi Oknum!

    Produksi Arak Ilegal Dekat Kantor Wakil Bupati Bengkayang Diduga Dilindungi Oknum!

    • calendar_month Sab, 2 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Indo-sight.com | Bengkayang, Kalimantan Barat – 2 Agustus 2025|Praktik produksi dan distribusi minuman beralkohol ilegal jenis arak putih di Kabupaten Bengkayang terus berlangsung tanpa tindakan tegas dari aparat penegak hukum. Seorang pengusaha berinisial AN diduga menjadi aktor utama di balik bisnis haram ini, dengan lokasi produksi yang mencolok: tepat di belakang Kantor Pos Bengkayang, Jalan […]

  • Dukung Program Pemerintah Polsek Silangkitang Polres Labusel mengecek tanaman jagung

    Dukung Program Pemerintah Polsek Silangkitang Polres Labusel mengecek tanaman jagung

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Indo-sight.com l Labusel – Dalam rangka mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan, personel Polsek Silangkitang Polres Labuhanbatu Selatan (Labusel) mengecek tanaman jagung yang ditanam serentak kuartal IV, milik kelompok tani Karya Maju, Selasa (18/11/2025). Luas lahan yang mencapai satu hektar tersebut berlokasi di Dusun Sumber Rejo II, Desa Suka Dame, Kecamatan Silangkitang, Kabupaten Labusel. […]

  • Polres Sanggau Tanam Jagung Hibrida, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Daerah

    Polres Sanggau Tanam Jagung Hibrida, Wujud Nyata Dukung Ketahanan Pangan Daerah

    • calendar_month Sel, 10 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Indo-Sight.com|Sanggau, Polda Kalbar – Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, Polres Sanggau melaksanakan kegiatan penanaman jagung hibrida di lahan demplot milik Polres Sanggau. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 9 Juni 2025, bertempat di Lingkungan Pancur Aji, Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau. Penanaman jagung ini merupakan bagian dari Program 2 Ketahanan Pangan Polres Sanggau […]

  • Peduli Warga Terpinggirkan, Kapolres Singkawang Evakuasi Lansia yang Hanya Dimandikan Sebulan Sekali

    Peduli Warga Terpinggirkan, Kapolres Singkawang Evakuasi Lansia yang Hanya Dimandikan Sebulan Sekali

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Indo-sight.com|SINGKAWANG, Polda Kalbar- Polres Singkawang, Kapolres Singkawang AKBP Dody Yudianto Arruan, S.I.K. menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan langsung turun tangan membantu proses evakuasi seorang warga lanjut usia yang terlantar di Gang Semanuk, Kelurahan Sijangkung, Kecamatan Singkawang Selatan. Lansia bernama Aleng (58) tersebut diketahui hidup seorang diri dalam kondisi yang memprihatinkan. Berdasarkan keterangan warga sekitar, Aleng […]

  • Inspektorat Labuhanbatu bekerja sama dengan PMD  Panggil Mantan PJ Desa selat Besar Samsul mangkir

    Inspektorat Labuhanbatu bekerja sama dengan PMD  Panggil Mantan PJ Desa selat Besar Samsul mangkir

    • calendar_month Kam, 25 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Indo-sight.com I Labuhanbatu – Mantan PJ Desa Selat Besar Samsul Mangkir ,Terkait Perjanjian Yang Di Ucapkannya Pada RDP 4 september 2025 di Depan seluruh peserta Rapat  yang hadir di Ruangan Komisi 1 DPRD Labuhanbatu Rapat RDP 4 September 2025 di Hadiri Ketua Komisi 1 DPRD Labuhanbatu H.Romario Simangungsong di dampingi Wakil Ketua Komisi 1 dan […]

expand_less