Haul ke-10 KH Kundang Siradj bin KH Yahya Berlangsung Khidmat dan Penuh Kekhusyukan di Pontianak!
- account_circle admin
- calendar_month Kam, 25 Des 2025
- visibility 234
- comment 0 komentar

Indo-sight.com | Pontianak, Kalbar — Majelis Rasulullah Al-Wahidyah bersama keluarga besar almarhum KH Kundang Siradj bin Kh.Yahya menyelenggarakan peringatan Haul ke-10 almarhum yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, bertempat di kediaman keluarga besar almarhum, tepatnya di rumah Ustadz Mursyid Muhammad Arabi bin Siradj bin Kh.Yahya, Jalan Bina Jaya, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, pada Rabu malam (24/12/2025).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.00 WIB tersebut berlangsung dalam suasana religius, khidmat, tertib, dan penuh kekhusyukan.
Ribuan jamaah dari berbagai daerah tampak memadati lokasi acara sebagai wujud kecintaan, penghormatan, dan penghargaan terhadap jasa-jasa almarhum KH Kundang Siradj bin Kh.Yahya yang dikenal luas sebagai ulama kharismatik, pendidik umat, serta tokoh dakwah yang istiqamah dalam menyebarkan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Jamaah yang hadir berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat, antara lain dari Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Sintang, dan Sekadau. Selain itu, sejumlah jamaah juga datang dari luar Provinsi Kalimantan Barat, di antaranya dari Sulawesi Selatan dan Bekasi (Jawa Barat).bahkan dari Malaysia.Kehadiran jamaah lintas daerah tersebut mencerminkan besarnya pengaruh dakwah dan keteladanan almarhum yang melampaui batas wilayah dan generasi.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW, shalawat,doa bersama, serta tausiyah keagamaan. Seluruh rangkaian acara diikuti jamaah dengan penuh kekhusyukan, ketertiban, dan adab, mencerminkan suasana majelis ilmu dan dzikir yang sarat nilai spiritual.
Turut hadir dalam acara tersebut Raja Kubu, Syarif Ibrahim bin Nyoh Al-Idrus, para habaib, para kiai, para ustaz, alim ulama, pimpinan majelis taklim, Ketua RT/RW setempat, serta para tokoh masyarakat dan jamaah dari berbagai latar belakang.
Penceramah utama, Syekh Anas Said Az-Zu’bi, S.Pd.I., dalam tausiyahnya menegaskan bahwa haul bukan sekadar peringatan wafatnya seorang ulama, tetapi merupakan sarana untuk menghidupkan kembali nilai-nilai keilmuan, perjuangan dakwah, akhlak, dan keteladanan yang telah diwariskan oleh para ulama kepada umat.
“Haul bukan hanya mengenang wafatnya seorang alim, tetapi menghidupkan kembali jejak perjuangan, ilmu, akhlak, dan keteladanan beliau agar tetap menjadi pedoman dan inspirasi bagi umat Islam sepanjang zaman,” tutur Syekh Anas di hadapan ribuan jamaah.
Ia juga mengajak umat Islam untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, menjaga adab kepada para guru dan ulama, memperkuat persatuan umat, serta istiqamah dalam mengamalkan ajaran Islam secara kaffah di tengah tantangan zaman.
Menurutnya, tantangan umat Islam saat ini tidak hanya berkaitan dengan persoalan sosial dan ekonomi, tetapi juga krisis keteladanan, krisis adab, dan krisis spiritual. Karena itu, warisan para ulama seperti KH Kundang Siradj bin Kh. Yahya menjadi sangat penting untuk terus dirawat, dijaga, dan diwariskan kepada generasi penerus.
Peringatan haul ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antar umat Islam lintas daerah dan lintas generasi, mempertemukan para ulama, habaib, santri, dan masyarakat umum dalam satu majelis dzikir, ilmu, dan doa.
Antusiasme jamaah yang hadir menunjukkan bahwa pesan dakwah, ilmu, dan akhlak yang diwariskan almarhum KH Kundang Siradj bin Kh.Yahya masih hidup, relevan, dan terus memberi pengaruh positif dalam kehidupan umat Islam di berbagai daerah.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk almarhum KH Kundang Siradj bin Yahya, para ulama, para pendahulu umat, serta doa untuk keselamatan, kedamaian, persatuan, dan keberkahan bagi umat Islam, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sumber: Panitia Pelaksana
Red: Gun*
- Penulis: admin






Saat ini belum ada komentar