Breaking News
light_mode
Trending Tags

Setelah Sebulan Ditahan, Junaidi Akhirnya Dipulangkan: Syarif Mahmud Alqadrie Tekankan Rehabilitasi Kekeluargaan! 

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 11 Des 2025
  • visibility 279
  • comment 0 komentar

Indo-sight.com | Pontianak, Kalbar — Polemik terkait penertiban anak jalanan di Kota Pontianak kembali mencuat setelah seorang pemuda bernama Junaidi diketahui hampir sebulan berada dalam penahanan pembinaan Satpol PP Kota Pontianak. Kasus ini mendapatkan perhatian luas setelah keluarga menyampaikan keluhan kepada tokoh masyarakat Kalimantan Barat, Pangeran Syarif Mahmud Alqadrie, yang kemudian mendorong adanya penyelesaian lebih manusiawi.

Peristiwa ini berawal dari operasi penertiban yang dilakukan Satpol PP Pontianak setelah viralnya video penangkapan para pekerja jalanan di sejumlah titik di kota tersebut. Salah satu yang terdampak adalah Junaidi, yang menurut istrinya, ditangkap tidak lama setelah video itu menyebar. Ia menyebut suaminya sudah hampir sebulan berada dalam pembinaan tanpa kejelasan kapan akan dipulangkan.

 

Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh istri Junaidi pada Senin (9/12) kepada Syarif Mahmud Alqadrie. Dalam penyampaiannya, ia berharap adanya bantuan agar suaminya dipulangkan dan bisa mengikuti proses rehabilitasi secara lebih kekeluargaan. Kondisi Junaidi disebutkan kerap mengalami gangguan kejiwaan dan masih mudah diarahkan apabila ditangani dengan pendekatan yang tepat.

 

Syarif Mahmud Alqadrie: Penyelesaian Kekeluargaan Lebih Bijaksana

 

Menanggapi laporan tersebut, Syarif Mahmud Alqadrie segera melakukan komunikasi dengan pihak Satpol PP Kota Pontianak. Ia menegaskan bahwa penyelesaian kasus anak jalanan sepatutnya dilakukan dengan mempertimbangkan kemanusiaan, terutama ketika mereka memiliki kondisi psikologis yang rentan.

 

“Saya meminta agar anak ini dikembalikan kepada keluarganya untuk dilakukan rehabilitasi secara kekeluargaan. Pendekatan keluarga sering kali lebih bijaksana dan lebih efektif, terutama bila anak tersebut masih bisa diarahkan dan mengalami gangguan jiwa,” ujar Syarif.

 

Ia juga mengingatkan bahwa peran aparat tidak hanya menegakkan aturan, tetapi harus tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam menangani kelompok rentan seperti anak jalanan, pengemis, atau penyandang masalah kesejahteraan sosial lainnya.

 

Respons Cepat Satpol PP: Anak Dipulangkan ke Kediaman Syarif

 

Setelah menerima permintaan tersebut, Kasatpol PP Kota Pontianak, Toro, langsung mengambil langkah untuk memulangkan Junaidi bersama rekannya. Upaya itu dilakukan secara langsung dengan mendatangi kediaman Syarif Mahmud Alqadrie pada Rabu malam (11/12).

 

Toro menjelaskan bahwa pemulangan ini merupakan langkah untuk menghindari munculnya kesalahpahaman di tengah masyarakat mengenai operasi penertiban yang dilakukan pihaknya.

 

“Kami memulangkan anak tersebut agar tidak timbul kesalahpahaman. Penertiban yang kami lakukan semata-mata demi kebaikan masyarakat luas,” ungkap Toro dalam keterangannya saat menyerahkan kedua anak tersebut.

 

Ia menambahkan bahwa Satpol PP tidak memiliki niat memperpanjang proses pembinaan selama tidak ada alasan objektif yang mengharuskan mereka menahan anak-anak tersebut lebih lama. Menurutnya, semua tindakan Satpol PP dilakukan berdasarkan prosedur dan ditujukan untuk menjaga ketertiban umum sekaligus melindungi masyarakat dari potensi eksploitasi jalanan.

 

Dimensi Sosial Penertiban Anak Jalanan

 

Kasus ini menyoroti kembali perdebatan lama mengenai penertiban anak jalanan di kota-kota besar. Di satu sisi, pemerintah berkepentingan menjaga ketertiban serta mencegah praktik eksploitasi. Namun di sisi lain, penertiban kerap menuai kritik karena dianggap belum sepenuhnya menyentuh akar persoalan, terutama terkait kemiskinan, kesehatan mental, dan minimnya program pendampingan jangka panjang.

 

Dalam konteks ini, Syarif Mahmud Alqadrie menilai bahwa pendekatan yang bersifat kolaboratif antara pemerintah, tokoh masyarakat, keluarga, dan lembaga sosial menjadi penting agar masalah tidak hanya diselesaikan lewat penindakan semata.

 

“Anak-anak seperti Junaidi membutuhkan pendampingan, bukan sekadar penertiban. Jika diselesaikan dengan cara kekeluargaan, mereka bisa lebih mudah dibina, dan prosesnya bisa lebih manusiawi,” tambah Syarif.

 

Penyerahan Anak dan Harapan ke Depan

 

Pemulangan Junaidi dan rekannya yang berlangsung tertib di kediaman Syarif Mahmud Alqadrie menjadi penutup sementara dari polemik ini. Namun masyarakat kini menunggu langkah lanjutan, baik dari Satpol PP maupun dari pihak keluarga, terkait proses rehabilitasi, pendampingan psikologis, serta pembinaan sosial bagi kedua anak tersebut.

 

Hingga berita ini diterbitkan, Satpol PP belum mengumumkan kebijakan baru terkait penanganan anak jalanan pasca peristiwa ini. Namun kesediaan pihak aparat untuk berkomunikasi langsung dengan tokoh masyarakat dinilai sebagai langkah positif untuk menciptakan pemahaman bersama dan menghindari konflik persepsi di publik.

 

Kasus ini menjadi pengingat bahwa penanganan anak jalanan bukan sekadar soal penertiban, melainkan upaya jangka panjang yang melibatkan empati, pendekatan sosial, dan sinergi antara pemerintah serta masyarakat.

 

 

 

sumber Tokoh Masyarakat Pontianak

Red/Gun*

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Syahbandar Bungkam soal Tabrakan Kapal Dharma Ferry 2 di Muara Suka Bangun, Diduga Ada Kelalaian!

    Syahbandar Bungkam soal Tabrakan Kapal Dharma Ferry 2 di Muara Suka Bangun, Diduga Ada Kelalaian!

    • calendar_month Ming, 25 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 467
    • 0Komentar

    IndoSight.com|Ketapang, KALBAR – Sebuah ponton bermuatan Crude Palm Oil (CPO) yang sedang kandas di perairan muara Suka Bangun, Ketapang, Kalimantan Barat, tertabrak Kapal Penumpang Dharma Ferry 2 yang berlayar dari Semarang menuju Ketapang, Rabu (20/5/2025) sekitar pukul 23.00 WIB. Menurut informasi yang dihimpun, ponton bermuatan CPO tersebut mengalami kandas akibat kondisi air yang sedang surut. […]

  • Klarifikasi IPTU Dr. Iskandar Muda Sipayung Terkait Video yang Beredar di Media Sosial

    Klarifikasi IPTU Dr. Iskandar Muda Sipayung Terkait Video yang Beredar di Media Sosial

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Indo-sight.com I Labuhanbatu – Menanggapi beredarnya video di media sosial yang menampilkan dirinya dengan narasi yang tidak benar, IPTU Dr. Iskandar Muda Sipayung, S.H., M.H. memberikan klarifikasi terkait kejadian yang sebenarnya. (16/03/2026) Ia menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada 10 Agustus 2025 di lokasi wisata Sungai “Gomara Swiss”, Desa Simanis, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu […]

  • APRI Kalbar Sambut Tegas Larangan PETI Bupati Sanggau: Saatnya Tambang Rakyat Legal dan Ramah Lingkungan Diwujudkan

    APRI Kalbar Sambut Tegas Larangan PETI Bupati Sanggau: Saatnya Tambang Rakyat Legal dan Ramah Lingkungan Diwujudkan

    • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Indo-Sight.com|Pontianak, 6 Juli 2025 — Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Kalimantan Barat memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas sikap tegas Bupati Sanggau Yohanes Ontot yang baru-baru ini menerbitkan Surat Edaran Nomor 500.10.2.3/11/EKSDA/2025 tentang larangan keras terhadap seluruh aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kabupaten Sanggau. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah nyata dan berani yang diambil […]

  • Thomas Ditusuk 5 Kali di Warung Kopi, Polisi Tangkap Ayah dan Anak Pelaku Pengeroyokan, Dua Orang

    Thomas Ditusuk 5 Kali di Warung Kopi, Polisi Tangkap Ayah dan Anak Pelaku Pengeroyokan, Dua Orang

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Indo-Sight.com|KUBU RAYA – Satuan Reserse Polsek Sungai Kakap mengungkap kasus pengeroyokan yang menimpa seorang pria bernama Thomas (38), warga Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Akibat kejadian itu, korban mengalami empat luka tusukan di bagian perut dan satu tusukan di kepala. Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di RS Antonius, Pontianak. Peristiwa berdarah itu […]

  • Kapolresta Pontianak Pimpin Upacara Pelepasan Purna Bakti Dua Perwira Polresta

    Kapolresta Pontianak Pimpin Upacara Pelepasan Purna Bakti Dua Perwira Polresta

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Indo-sight.com|Pontianak, Polda Kalbar – Kapolresta Pontianak Kombes Pol. Suyono, S.I.K., S.H., M.H. memimpin langsung upacara pelepasan purna bakti bagi dua personel Polresta Pontianak yang digelar pada Senin pagi, 28 Juli 2025 di halaman apel Mapolresta Pontianak. Dua perwira yang memasuki masa purna bakti adalah Kompol Eka Suwarna, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakasat Lantas Polresta Pontianak, […]

  • KPK Periksa Adik Gubernur Kalbar: Dugaan Korupsi Dinasti Politik Mencuat di Mempawah

    KPK Periksa Adik Gubernur Kalbar: Dugaan Korupsi Dinasti Politik Mencuat di Mempawah

    • calendar_month Sab, 14 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 306
    • 0Komentar

    Indo-Sight.com|JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menyasar lingkaran inti kekuasaan politik daerah dalam penyidikan kasus dugaan korupsi proyek jalan strategis di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Pada Jumat, 13 Juni 2025, penyidik memeriksa Ria Mulyadi, mantan Ketua DPRD Mempawah sekaligus adik kandung Gubernur Kalbar, Ria Norsan. Pemeriksaan terhadap Ria Mulyadi digelar di Gedung Merah Putih […]

expand_less