Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kemitraan atau Pembungkaman? Media Lokal Kalbar dalam Bayang-Bayang Kekuasaan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 3 Jun 2025
  • visibility 455
  • comment 0 komentar

IndoSight.com|Pontianak, 3 Juni 2025 — Pernyataan kontroversial yang dilontarkan Maman Suratman—tokoh publik yang juga dikenal memiliki kedekatan dengan keluarga mantan Bupati Mempawah, Ria Norsan—menyulut gelombang kritik dari berbagai kalangan. Maman menuding bahwa pelapor kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Balai BP2TD dan peningkatan jalan oleh Dinas PUPR Mempawah memiliki “dendam politik”. Namun, alih-alih meredam isu, pernyataan itu justru menyingkap praktik yang lebih mengkhawatirkan: tekanan sistematis terhadap media lokal yang mencoba menyuarakan kritik.

Investigasi tim kami mengungkap bahwa sejumlah media di Kalimantan Barat belakangan menghadapi tekanan serius dari pihak-pihak yang memiliki kedekatan dengan lingkar kekuasaan. Tekanan tersebut datang dalam beragam bentuk, mulai dari intervensi editorial hingga ancaman pemutusan kerja sama iklan. Sejumlah pimpinan redaksi mengaku menerima permintaan halus—namun dengan nada ultimatum—agar tidak lagi menerbitkan pemberitaan bernuansa negatif terkait kasus yang menyeret nama mantan bupati dua periode tersebut.

“Kami diminta untuk ‘menjaga kemitraan’. Artinya: berhenti mengangkat isu-isu yang dianggap mencoreng nama baik salah satu tokoh tertentu. Bahkan opini masyarakat pun tak boleh kami unggah ulang,” ungkap seorang pimpinan redaksi media lokal yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Bagi banyak insan pers, ini bukan sekadar tekanan ekonomi. Ini adalah bentuk pembungkaman terstruktur yang mencoba membatasi ruang publik agar tidak lagi kritis terhadap kekuasaan.

Frasa “kemitraan” yang selama ini digunakan dalam hubungan media dan institusi publik pada dasarnya dimaksudkan untuk membangun ekosistem informasi yang sehat dan saling mendukung. Namun dalam praktiknya, istilah ini telah dibelokkan menjadi alat tekanan.

Menurut salah satu jurnalis independen Kalimantan Barat, situasi ini adalah alarm bahaya bagi demokrasi.

“Ketika narasi dikontrol oleh kekuasaan melalui tekanan ekonomi dan politik, maka kita tidak sedang hidup dalam masyarakat demokratis. Kita sedang digiring ke dalam era baru: era sensor terselubung,” tegasnya.

Alih-alih menanggapi substansi dugaan korupsi—yang mencakup proyek multimiliar di bawah Dinas PUPR dan BP2TD—Maman Suratman justru memilih menyerang pelapor secara personal, menuding bahwa pelaporan ini bermotif politik dan dendam pribadi. Pernyataan ini dinilai sebagai upaya sistematis untuk mengalihkan perhatian publik dari persoalan utama: potensi penyelewengan dana publik.

“Kalau memang tidak bersalah, biarkan proses hukum berjalan. Tidak perlu menyerang pelapor dengan tuduhan tanpa dasar. Itu cara klasik untuk mengalihkan perhatian dari persoalan sebenarnya,” ujar Dr. H. Safruddin, pakar hukum dari Universitas Tanjungpura.

Perlu dicatat, kasus dugaan korupsi ini sedang dalam proses pengembangan oleh Direktorat Kriminal Khusus Polda Kalbar. Proyek-proyek yang disorot melibatkan alokasi dana besar yang seyogianya digunakan untuk pembangunan infrastruktur dasar di Kabupaten Mempawah. Keterlibatan pejabat tingkat tinggi, baik yang masih aktif maupun mantan, menjadi perhatian publik yang sah dan wajar.

Pasal 4 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers secara tegas menyebutkan bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara. Setiap upaya untuk membungkam, menyensor, atau menekan media adalah pelanggaran hukum. Lebih dari itu, itu adalah bentuk pengkhianatan terhadap prinsip demokrasi.

AJI Kalbar menyerukan agar seluruh media lokal tidak gentar terhadap tekanan, dan tetap menjalankan tugas jurnalistik secara profesional dan berani.

“Pers bukan sekadar penyampai informasi. Ia adalah tiang penyangga demokrasi. Jika media diam karena takut kehilangan iklan atau kerja sama, maka kita sedang kehilangan kontrol atas kekuasaan.”

Di tengah arus narasi defensif yang terus dibangun oleh pihak-pihak tertentu, publik dituntut untuk tetap kritis, mengawal proses hukum, dan mendukung media yang berani bersuara. Demokrasi hanya akan tumbuh jika warga negaranya berani berkata benar, sekalipun kebenaran itu menyakitkan bagi penguasa.

 

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usai Sahur, Ipda Yakin Puas Pimpin Patroli Antisipasi Balap Liar saat Ramadhan di Nanga Pinoh

    Usai Sahur, Ipda Yakin Puas Pimpin Patroli Antisipasi Balap Liar saat Ramadhan di Nanga Pinoh

    • calendar_month Sab, 21 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Indo-sight.com Polres Melawi Polda Kalbar – Dalam rangka mengantisipasi aksi balap liar pada bulan suci Ramadhan, Pamapta I SPKT Ipda Yakin Puas, S.H bersama personel Piket SPK, Piket Fungsi serta piket Polsek Nanga Pinoh melaksanakan patroli pada Sabtu (21/2/2026) dini hari.   Patroli dilaksanakan usai para personel melaksanakan sahur. Meski dalam kondisi hujan, kegiatan tetap […]

  • Antusiasme Warga Pontianak Membeludak di Lomba Panjat Pinang TRC LPM Kabar, Sukses Digelar 

    Antusiasme Warga Pontianak Membeludak di Lomba Panjat Pinang TRC LPM Kabar, Sukses Digelar 

    • calendar_month Ming, 17 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Indo-sight.com | Pontianak, Kalimantan Barat – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Tim Reaksi Cepat (TRC) Laskar Pemuda Melayu (LPM) Kalimantan Barat menggelar lomba panjat pinang di kawasan Sungai Jawi, Kecamatan Pontianak Kota, Minggu (17/8). Kegiatan ini berlangsung meriah dan disambut antusias Ratusan warga Masyarakat yang hadir menyaksikan maupun ikut berpartisipasi. […]

  • Kapolsek Mempawah Hulu Tinjau Kesiapan Lokasi Panen perdana Tanaman jagung

    Kapolsek Mempawah Hulu Tinjau Kesiapan Lokasi Panen perdana Tanaman jagung

    • calendar_month Rab, 21 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 217
    • 0Komentar

    Indo-Sight.com | Polres Landak – Polsek Mempawah Hulu – Kapolsek Mempawah Hulu meninjau langsung lokasi lahan yang akan dijadikan kegiatan Persiapan Panen Perdana tanaman jagung oleh Polres Landak diwilayah Polsek Mempawah Hulu bersama Poktan Nyimpuk di dusun Gontang Desa Tunang Kecamatan Mempawah Hulu Kabupaten Landak. Selasa 20/5/2025. Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Mempawah Hulu […]

  • Bupati sambut kapolres Labuhanbatu dan Kodim 0209/LB di Ruang Kerja Kantor Bupati komplek Sekdakab.

    Bupati sambut kapolres Labuhanbatu dan Kodim 0209/LB di Ruang Kerja Kantor Bupati komplek Sekdakab.

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Indosight.com I Labuhanbatu – Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan jajaran Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dengan Polres Labuhanbatu serta Kodim 0209/LB, yang berlangsung di ruang kerja Bupati Labuhanbatu, Komplek Sekretariat Daerah Kabupaten Labuhanbatu, Kamis (15/01). Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita., Sp.OG., M.K.M., bersama Wakil Bupati H. Jamri., ST., menerima kunjungan silaturahmi perdana Kapolres Labuhanbatu […]

  • Camat bilah Barat M.Noor Putra BF ucapkan selanat dan sukses kepada P3K yang di lantik Bupati Labuhanbatu

    Camat bilah Barat M.Noor Putra BF ucapkan selanat dan sukses kepada P3K yang di lantik Bupati Labuhanbatu

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 495
    • 0Komentar

    Indosight.com I Labuhanbatu – Langkah besar diambil Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dalam menata tenaga non-ASN. Bupati Labuhanbatu, dr. Maya Hasmita, secara resmi melantik dan mengukuhkan 2.297 tenaga honorer menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. ​Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat ini digelar di Gedung Serbaguna Rumah Dinas Bupati Labuhanbatu pada […]

  • Primus Interpares Dipertanyakan, Bupati Dinilai Gagal Lindungi Hak Lahan Warga!!

    Primus Interpares Dipertanyakan, Bupati Dinilai Gagal Lindungi Hak Lahan Warga!!

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Indo – Sight.com | Pontianak, Kalbar – Pengamat kebijakan publik dan pakar hukum, Dr. Herman Hofi Munawar, menegaskan bahwa kondisi kedaulatan lahan masyarakat pedesaan di seluruh wilayah Kalimantan Barat saat ini berada dalam situasi yang sangat mengkhawatirkan.   Dalam keterangannya pada Senin, 16 Februari 2026, ia menyebut ancaman terhadap hak atas tanah warga bahkan “lebih […]

expand_less