Breaking News
light_mode
Trending Tags

Akui PETI Cemari Sungai Sambas, Tapi Tak Bertindak”? Maung Kalbar Desak Copot tKadis LHK Kalbar !

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
  • visibility 179
  • comment 0 komentar

Indo-sight.com|Pontianak,Kalbar Kamis 7 agustus 2025|“Jika seorang pejabat tahu sumber kehancuran lingkungan tapi tidak bertindak, maka ia bukan bagian dari solusi—melainkan bagian dari kerusakan itu sendiri.”

KADIS LHK KALBAR SUDAH MENGAKU PETI PENYEBABNYA, TAPI DIAM?

Pernyataan terbuka dan resmi dari Kepala Dinas LHK Kalbar, Adi Yani, yang menyebut PETI sebagai penyebab pencemaran Sungai Sambas Besar, adalah pernyataan yang tidak bisa dianggap remeh.

Itu bukan sekadar informasi — itu adalah pengakuan resmi dari pemerintah bahwa sumber kejahatan ekologis sudah diketahui.

Tapi setelah pengakuan itu: di mana datanya?
Di mana koordinat titik-titik PETI?
Mengapa tidak langsung diserahkan ke Polda Kalbar?

PERINTAH KAPOLDA SUDAH JELAS — APA LAGI YANG DITUNGGU?

Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto telah menyatakan tanpa ragu:
“Tidak ada ampun untuk PETI!”

Maka, kami mendesak:

Kapolda Kalbar segera memerintahkan tindakan penegakan hukum terhadap PETI di Sambas dan wilayah sekitar, berdasarkan pernyataan terbuka Kadis LHK Kalbar sendiri.

Tidak perlu menunggu rekomendasi tambahan. PETI itu ilegal. Undang-undang sudah cukup kuat.

TUNTUT TRANSPARANSI: MAU SAMPAI KAPAN DIBOHONGI?

Rakyat berhak tahu:

1. Mana hasil audit lingkungan?
2. Mana dokumen inspeksi lapangan?
3. Mana hasil laboratorium air Sungai Sambas?
4. Apa langkah konkret pemerintah sejak pengakuan Kadis itu keluar?

Kami mendesak seluruh data tersebut diumumkan secara objektif, terbuka, dan relevan.
Jangan sembunyikan pencemaran di balik rapat birokrasi dan istilah teknokratis. Ini tentang air yang diminum rakyat, bukan angka di meja seminar.

SUBJEK HUKUM LINGKUNGAN: NEGARA TAK BOLEH DIAM

Dalam filsafat hukum lingkungan modern, negara bukan sekadar regulator — ia adalah subjek hukum ekologis yang wajib menjamin keadilan ekologis dan keselamatan rakyat.

Jika pemerintah tahu, tapi tidak bertindak, maka pemerintah ikut bersalah secara moral, etis, dan hukum !

Di tengah kerusakan Sungai Sambas, kampus-kampus diam.
Air menguning, tapi tak ada kuliah darurat.
Ikan mati, tapi laboratorium tetap sunyi.
Rakyat menderita, tapi jurnal ilmiah tetap berjalan seperti biasa.

Ilmu pengetahuan yang tidak berpihak pada penderitaan rakyat, adalah bentuk lain dari kolaborasi diam dengan kejahatan.
Ketika profesor hanya bicara dalam seminar, bukan dalam krisis, maka ia bukan ilmuwan — tapi birokrat berpangkat akademik.

Para akademisi boleh punya gelar, tapi jika tak bicara ketika sungai dibunuh oleh PETI, maka sejarah akan mencatat:
mereka pintar, tapi tidak berani.
Mereka tahu, tapi tidak peduli.

Ilmu bukan untuk menenangkan kekuasaan — ilmu untuk mengguncang ketidakadilan.

Jika kampus tidak bersuara saat rakyat kehilangan hak atas lingkungan hidup yang bersih,
maka rakyat berhak berkata:

“Kami tak butuh sains yang steril, kami butuh keberanian dari ruang kuliah yang hidup.”

Sains yang bisu, kampus yang apatis, profesor yang nyaman di belakang meja — semua itu adalah kegagalan intelektual yang paling menyakitkan dalam sejarah perjuangan lingkungan.

“Jangan salahkan rakyat kalau mereka tidak lagi percaya pada gelar dan kepintaran — sebab dalam kesunyian intelektual, Sungai Sambas sedang sekarat.”

DPD LSM MAUNG MENGAJUKAN TUNTUTAN TEGAS:

1. Copot Kadis LHK Kalbar Sekarang Juga!
Karena ia:
Sudah tahu penyebab pencemaran, tapi tidak bertindak hukum.
Tidak menyerahkan bukti PETI ke aparat.
Tidak transparan membuka hasil audit, inspeksi, maupun lab air.
Gagal menjalankan tugas konstitusional melindungi lingkungan dan rakyat.

2. Kapolda Kalbar Harus Segera Tindak PETI di Sambas dan Sekitarnya
Berdasarkan pernyataan Kadis sendiri, ini bukti awal yang cukup untuk bertindak.
Negara tidak boleh tunduk pada tambang ilegal!

3. Mendesak Kementerian Lingkungan Hidup RI (KLHK) Turun Audit Khusus
Audit seluruh perizinan sawit, tambang, dan AMDAL di Kalimantan Barat.
Bongkar manipulasi dokumen dan praktik pembiaran sistematis.

Sungai Sambas Besar bukan sekadar jalur air. Ia adalah sumber kehidupan, warisan ekologis, dan hak konstitusional rakyat.

Jika airnya menguning karena tambang ilegal, dan negara tahu tapi diam —
Maka rakyat punya hak untuk melawan, menuntut, dan menggugat.

“Jika negara kehilangan keberanian untuk menegakkan hukum lingkungan, maka rakyatlah yang akan meluruskannya.”ketua DPD LSM MAUNG Kalbar,andri.

 

Penulis : TIM LSM MAUNG
Sumber : DPD LSM MAUNG Kalbar

Red/Gun*

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polresta Pontianak Salurkan 1.000 Paket Bantuan Sosial ke Panti Asuhan, Ponpes, dan Warga Kurang Mampu

    Polresta Pontianak Salurkan 1.000 Paket Bantuan Sosial ke Panti Asuhan, Ponpes, dan Warga Kurang Mampu

    • calendar_month Rab, 18 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Indo-Sight.com|Pontianak, Polda Kalbar – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Polresta Pontianak menyalurkan sebanyak 1.000 paket bantuan sosial kepada panti asuhan, pondok pesantren, dan masyarakat kurang mampu di wilayah Kota Pontianak. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakapolresta Pontianak AKBP Hendrawan, S.I.K., M.H., mewakili Kapolresta Pontianak Kombes Pol Adhe Hariadi, S.I.K., M.H. pada Rabu (18/06/2025). Pembagian […]

  • POLSEK KAWASAN PELABUHAN SUKABANGUN LAKSANAKAN PENGAMANAN KEBERANGKATAN KAPAL DHARMA FERRY II TUJUAN SEMARANG

    POLSEK KAWASAN PELABUHAN SUKABANGUN LAKSANAKAN PENGAMANAN KEBERANGKATAN KAPAL DHARMA FERRY II TUJUAN SEMARANG

    • calendar_month Sen, 9 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Indo-Sight.com|Ketapang, Minggu, 8 Juni 2025 — Dalam rangka memastikan keamanan dan ketertiban di kawasan pelabuhan, Anggota Polsek Kawasan Pelabuhan Sukabangun, Aiptu Yosep, melaksanakan pengamanan proses keberangkatan Kapal Dharma Ferry II yang bertolak menuju Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Kapal yang dinakhodai oleh Hendra Budi tersebut membawa sebanyak 204 penumpang, terdiri dari 165 orang dewasa, 29 anak-anak, […]

  • Unit K9 Polda Kalbar Senantiasa Hadir di Car Free Day: Berikan Rasa Aman dan Edukasi Warga

    Unit K9 Polda Kalbar Senantiasa Hadir di Car Free Day: Berikan Rasa Aman dan Edukasi Warga

    • calendar_month Ming, 18 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Indo-sight.com | PONTIANAK – Suasana pagi di kawasan Car Free Day (CFD) Pontianak pada Minggu (18/1/2026) tampak berbeda. Kehadiran Personel Unit K9 dari Direktorat Samapta Polda Kalimantan Barat menarik perhatian ratusan warga yang tengah berolahraga.   Kegiatan pengamanan ini dipimpin langsung oleh Brigadir Ajuanto. Kehadiran tim khusus beserta anjing pelacak ini bertujuan untuk memastikan situasi […]

  • Polsek Aek Natas  Laksanakan Minggu Kasih Bersama Jemaat HKBP Aek Natas

    Polsek Aek Natas  Laksanakan Minggu Kasih Bersama Jemaat HKBP Aek Natas

    • calendar_month Ming, 28 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Indo-sight.com I Labura – Polsek Aek Natas melaksanakan kegiatan Minggu Kasih pada Minggu (28/9/2025) pukul 10.00 WIB bertempat di halaman Gereja HKBP Aek Natas, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Kegiatan yang digelar sebagai bentuk kepedulian dan kedekatan Polri dengan masyarakat ini dihadiri langsung oleh personel Polsek Aek Natas bersama jemaat gereja. Dalam kesempatan tersebut, […]

  • Warga Bunut Hilir Dambakan Perbaikan Jalan Poros: Infrastruktur Kayu Ulin Mulai Membahayakan Keselamatan

    Warga Bunut Hilir Dambakan Perbaikan Jalan Poros: Infrastruktur Kayu Ulin Mulai Membahayakan Keselamatan

    • calendar_month Sel, 17 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Indo-Sight.com|Kapuas Hulu – Kondisi jalan poros yang menghubungkan antar desa di Kecamatan Bunut Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, kian memprihatinkan. Warga setempat mendesak pemerintah daerah melalui instansi terkait agar segera melakukan perbaikan infrastruktur, terutama pada akses jalan utama yang berada tepat di dekat Kantor Camat Bunut Hilir. Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa badan jalan […]

  • Kapolresta Pontianak Pimpin Apel Pagi, Sampaikan Anev Kegiatan Mingguan

    Kapolresta Pontianak Pimpin Apel Pagi, Sampaikan Anev Kegiatan Mingguan

    • calendar_month Sen, 26 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 175
    • 0Komentar

    IndoSight.com|Pontianak, Polda Kalbar 26 Mei 2025 — Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Adhe Hariadi, S.I.K., M.H., memimpin langsung apel pagi personel Polresta Pontianak pada Senin (26/05/2025). Apel yang dilaksanakan di halaman Mapolresta Pontianak tersebut turut dihadiri oleh Wakapolresta Pontianak AKBP Hendrawan, S.I.K., M.H., para Pejabat Utama (PJU), serta seluruh Kapolsek jajaran Polresta Pontianak. Dalam arahannya, Kapolresta […]

expand_less