dan Ketua PW Al Washliyah Sumatra Utara (Sumut) dengan Rektor Univa Labuhanbatu Basarul Uliya membahas pengesahan SK Plt Raja Fanny Fatahillah SS MSi yang menurut tidak melakukan Mekanisme (Cacat Hukum) sempat terjadi kericuhan di Depan Pintu Gerbang Univa Antara Almamater, Alumni Al Washliyah dengan Pendukung Plt Rektor Univa Labuhanbatu yang menutup pintu Gerbang Sabtu 20/9/2025.
Kericuhan yang di picu oleh Pendukung Plt yang datang hendak membuka Paksa pintu Gerbang Univa serta terdengar isu mau menduduki Paksa Univa ,dengan Adanya isu tersebut Almamater dan Alumni merasa terganggu dengan semua isu tersebut sehingga melihat adanya kericuhan itu APH Polres Labuhanbatu yang dari Awal di minta Rektor Univa Labuhan Batu untuk Mengawal ,dengan adanya laporan tersebut APH turun tangan mengawal serta menjadi penengah terkait kericuhan.
Berkat konsultasi serta negosiasi APH Polres Labuhanbatu dengan Rektor Univa Labuhanbatu terjadi kesepakatan untuk bertemu antara Rektor Univa dan Ketum di dampingi PW Al Washliyah Sumut.
Berselang beberapa jam Usai pertemuan tidak ada kesepakatan Rektor Univa Labuhanbatu tetap mempertahankan Sampai Habis Masa Jabatannya November 2025
dan Rektor Univa juga meminta untuk mengikuti Mekanisme (Statuta) Serta Peraturan Pemilihan Rektor Univa Labuhanbatu dan setidaknya kalau pengesahan Plt harus melakukan Rapat sesuai mekanisme yang berlaku.
Dengan tidak adanya titik temu atas pertemuan dan Negosiasi Awak Media mempertanyakan Pada Rektor Univa Labuhanbatu terkait pertemuan di Ruang Rektor.
Basarul” Pertemuan kami tadi antara saya, Ketum dan Ketua PW Al Washliyah Sumut tidak ada titik temu dan saya akan tetapi mempertahankan jabatan saya sekarang ini dan saya berharap ,kalau ada pengangkatan Plt atau Rektor harus lah melalui Mekanisme yang berlaku seperti Rapat Seluruh PB serta pengesahannya haruslah di ketahui Ketum dan sekjen ,jadi iintinya pertemuan hari ini tidak ada solusi” terangnya
Reporter: julip Effendi)
Red/tim